Friday, September 23, 2011

SSB Hasanudin: Niat Mewariskan Sepakbola Eks Punggawa PSM

NIAT hati dari para mantan pemain, tak ada kata lain, mewariskan sepakbola. Jadi, demi menampung bibit-bibit muda berbakat yang ada di Makassar supaya muncul pesepakbola yang profesional, dibentuklah Sekolah Sepak Bola (SSB) Hasanuddin.

Beberapa nama tenar penghias skuad PSM Makassar di zamannya pun turun gunung untuk mengabdikan diri pada klub ini. Sumirlan dan Syamsuddin Umar bintang Pasukan Ramang era 80-an menjadi pembina.

Sedangkan empat langganan skuad PSM era 90-an langsung berkutat di lapangan sebagai pelatih. Bahar Muharram, Amirullah, William Berger, dan Irfan Mirham sehari-hari memeras keringat mengarahkan latihan fisik dan teknik bagi tidak kurang 150 pesepakbola muda di Lapangan UVRI, Makassar.

Hasilnya tidak sia-sia, bahkan, boleh dibilang cemerlang. SSB Hasanuddin melambung kondang namanya sebagai tim kuat bagi klub-klub kelompok umur di Kota Anging Mamiri. Mereka meraih juara Danone Nation Cup 2011 dan berhak mewakili Indonesia ke Piala Dunia U-12 di Spanyol, 6-9 Oktober mendatang.

Awalnya, setelah menjuarai Danone Nation Cup 2011 di wilayah Makassar, Muhammad Fikran cs harus memanggungkan kemampuannya di Stadion Sumantri Brojonegoro, Jakarta. Bergegaslah para pemain dan ofisial klub berseragam merah-merah itu menyiapkan diri ke ibukota.

“Kami berangkat bertanding dengan modal pas-pasan. Kostum yang kami punya pun hanya satu set saja. Tapi semangat anak-anak ini luar biasa, hingga akhirnya kami berhasil menjadi juara,” ungkap Bahar kepada okezone, akhir pekan lalu.

Bahar menyebut, beberapa siswa SSB Hasanuddin dibebaskan dari membayar iuran. Hal itu karena mereka datang dari keluarga kurang mampu. Selain itu, sebagian besar anggota klubnya berdomisili di daerah pinggiran kota. Benar-benar anak kampung!

Kini, SSB Hasanuddin membagi kelasnya ke dalam kelompok umur 8-10 tahun dengan 50 siswa. KU 10-15 tahun ada 70 siswa dan KU 15-18 terdiri 30 siswa. Setiap pekan, latihan diadakan sore Senin, Rabu, Jumat, dan Sabtu. Laga uji coba digelar setiap Minggu sore.

Tidak banyak nama, selain mayoritas mantan pemain PSM, yang tercantum dalam struktur organisasi SSB ini. “Karena saya memegang prinsip, pengurus tidak usah terlalu banyak. Secukupnya saja. Sebab yang terpenting adalah bagaimana anak-anak ini mendapat dasar sepakbola yang baik, maka pelatih yang harus lebih banyak orangnya daripada pengurus lain,” ujar Bahar, usai melatih Fahril dkk di tim U-12 SSB Hasanuddin .

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...