Thursday, October 13, 2011

Tubuh Kecil Membawanya Terbang ke Milan

SURABAYA – Tubuhnya kecil, tinggi hanya 138 cm, kurus, beratnya tak lebih dari 28 kg, hitam kulitnya. Namun keseriusannya dalam berlatih sepak bola membuatnya terpilih sebagai satu-satunya anak berbakat dari Surabaya untuk terbang ke markas besar AC Milan di Camp Nou, Milan, Italia, untuk berlatih sepak bola. Ya, Sofyar Satrio Utomo, 12 tahun, adalah satu dari 18 anak Indonesia yang akan terbang ke Milan Junior Camp, Italia awal November mendatang.
“Aku siswa paling kecil di Milan Junior Camp. Gak papa, mungkin kecil inilah kelebihanku,” ujar putra kedua dari tiga bersaudara pasangan Fandi Utomo dan Lucy Dyah Hendrawati Rusli tersebut. “Karena itu, aku mengidolakan Robinho (Robson de Souza, penyerang AC Milan Red.). Ya.. karena aku dan dia sama-sama kecilnya, dan sama-sama hitamnya,” ujarnya terkekeh, menertawakan diri sendiri, ketika ditemui di kediamannya di kawasan Gayungsari, Surabaya Selatan, Selasa (11/10) petang.
Rio, begitu dia dipanggil, bukanlah jebolan siswa sekolah sepak bola (SSB). Keberhasilan gemilang di usianya yang masih belia, diperolehnya dari hobi olah raga berebut bola kulit bundar itu dan giatnya berlatih. “Dulu, waktu masih SD, aku pernah diikutkan mama di SSB di Dolog, tapi cuma beberapa kali latihan. Soalnya menurutku, latihan di SSB nggak serius. Banyak bercandanya,” ujar pelajar kelas VII di SMP Negeri 3 Praban, Surabaya tersebut.
Namun rupanya, keseriusan berlatih membawa berkah bagi Rio. “Waktu SD, aku terus berlatih sepak bola. Dan guru-guruku sepertinya faham, bahwa mungkin memang di sinilah bakatku,” ujar alumnus SD Al Hikmah itu
Tuhan tahu, tapi menunggu, itulah pepatah dari filsuf Leo Tolstoy. Secara tidak sengaja, Juni 2011 lalu, ketika Rio senggang setelah menjalani Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN), dirinya tidak sengaja membuka majalah anak-anak milik Bram, adik kandungnya. Dan di majalah tersebut terdapat iklan tentang seleksi pemain sepak bola anak-anak untuk dilatih di Milan Junior Camp, Italia. Iseng-iseng, Rio mendaftar.
“Sebelumnya aku tanya ke papa. Boleh enggak aku ikut seleksi Milan Junior Camp. Papa bilang boleh, tapi kata papa, kok mendadak sekali,” ujar penggemar berat susu, nasi goreng dan ayam goreng tersebut. Akhirnya, pertengahan Juni lalu, Rio lolos sebagai salah satu nominator peserta didik AC Milan Junior Camp asal Indonesia. Asal tahu saja bahwa ada 10.000 pelamar dari seluruh Indonesia, kemudian diseleksi dan hanya lolos 18 peserta.
Kemudian, selama dua pekan pada Juni 2011 lalu, Rio dan 74 orang anak lainnya diisolasi di Hotel Ina Bali Beach, Sanur, Bali, untuk menjalani seleksi. Dari 75 orang yang lolos seleksi pra kualifikasi, terpilih 26 orang, untuk menjalani karantina di Hotel Atlit Century Park, Jakarta, sejak 2 September 2011 lalu. “Sedih juga sih, orang-orang masih merayakan lebaran, aku sudah harus berangkat seleksi ke Jakarta. Besoknya, aku udah harus latihan, latihan dan latihan,” ujarnya polos, walaupun terkesan hiperbolik, khas anak-anak.
Nah, sepulang dari Jakarta, peserta AC Milan Junior Camp, yang dipastikan berangkat ke Milan sebanyak 18 orang, Rio salah satu diantaranya. Kebetulan, selama di camp, Rio menginap satu kamar dengan Syaputra, 14, anak tukang cuci asal Palembang, yang juga terpilih untuk berangkat ke Milan (diberitakan di Surabaya Post, 10/10).
Dan satu hal yang yang paling berkesan baginya adalah, Rio mendapatkan bola sepak bermerek Adidas dari Milan, yang ditandatangani langsung oleh pelatihnya yang sempat datang ke Jakarta, bernama Coach Alesandro. Kegiatan Rio kini berlatih dan berlatih. Pelatih Rio adalah Ahmad Slamet, mantan penyerang Persebaya, yang menggembleng Rio tiga kali seminggu. Bravo Rio. Proficiat ya!

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...