Friday, July 18, 2014

FIFA GRASSROOTS-Coaching Clinic

JAKARTA: Pembinaan usia dini merupakan bagian terpenting dari upaya membangkitkan kembali prestasi sepakbola nasional. Karena itu program pengembangan akar rumput (grassroots) akan terus ditumbuh kembangkan di seluruh daerah di Indonesia.


Dalam rangka pembinaan dan pengembangan akar rumput, Sabtu, 11 Agustus 2012 akan diselenggarakan ''FIFA GRASSROOTS-Coaching Clinic'' di Aula Graha Manunggal, Brigif XV Kudjang I, Cimahi, Jawa Barat. Pelatih tim nasional Indonesia U-17, Indra Syafri, akan bertindak sebagai instruktur teknis.

Ada empat aspek yang akan diberikan sebagai pengetahuan dasar kepada para peserta. Yakni Filosofi Grassroots, Coach Educator, Karakteristik Anak-anak dan 7 Sesi Grassroots. ''Empat aspek ini akan menjadi dasar utama bagi pemahaman untuk program pengembangan prestasi jangka pendek, menengah dan jangka panjang,'' jelas Indra Syafri.

Selain Indra Syafri, pakar pengembangan sepakbola usia dini, M. Achwani, akan memberikan pemaparan mengenai ''bagaimana membangun fondasi Pembinaan Sepakbola Usia Dini yang lebih kokoh untuk mempersiapkan masa depan sepakbola Indonesia''. ''Grassroots adalah masa depan kita. Jadi kita harus melakukan pendekatan program yang tepat guna, agar proses pembinaan berjalan efektif sesuai jenjangnya,'' papar M. Achwani.

Salah-satu masalah vital dalam sepakbola adalah pembinaan penjaga gawang. Untuk itu, dalam ''FIFA GRASSROOTS-Coaching Clinic'' kali ini akan memberikan sentuhan khusus untuk posisi penjaga gawang.

Mantan penjaga gawang timnas dan Persib Bandung, Boyke Adam, akan memberikan pelatihan khusus untuk pemberdayaan pelatih penjaga gawang. ''Kualitas pelatih penjaga gawang, akan sangat menentukan peningkatan kemampuan penjaga gawang. Karena itu diperlukan sentuhan khusus,'' ujar Boyke.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...