Thursday, May 22, 2014

Meniti Ilmu di Uruguay



KABAR gembira telah datang dari Jakarta. Septian David Maulana memperhatikan dengan seksama inti dari informasi yang didapat. Tak lama berselang, senyum lebar terlukis di wajahnya. Dia terpilih menjadi salah satu pemain Indonesia yang akan berlatih sepak bola di Uruguay.

Apa yang diimpi-impikannya menjadi kenyataan. Setelah sekian lama berlatih di atas tanah pertiwi, pemain kelahiran Semarang 2 September 1996 itu akan menginjak rumput di negeri orang. Pelajar SMAN 7 Semarang itu mengikuti Program pembinaan pemain muda Indonesia ke Uruguay yang dikenal dengan nama Sociedad Anonima Deportiva (SAD) Indonesia.
"Saya belum tahu banyak tentang Uruguay. Katanya sekarang lagi musim dingin dan suhunya lebih dingin dibandingkan di Semarang. Karena itu saya banyak membawa jaket. Untuk latihan, empat sepatu bola dan dua sepatu kets sudah saya siapkan," ujar jebolan SSB Bhaladika dan Putra Berlian itu.
David sapaan akrabnya, telah bertolak ke Uruguay, Minggu (29/7). Dia menyusul dua pemain asal Jateng lainnya yang pada Maret lalu telah berangkat. Yakni kiper muda asal Semarang Awan Setho Raharjo, dan pemain asal Kota Ukir Jepara M Adi Nugroho.
Uruguay sendiri cukup banyak melahirkan pemain ternama. Tengok saja Diego Forlan yang musim lalu menjadi punggawa tim Seri A Italia Inter Milan. Kemudian Edinson Cavani yang membela Napoli, serta penyerang andalan klub Inggris Liverpool Luis Suarez.
Giat Berlatih
Adanya bintang-bintang lapangan hijau itulah yang mendorong putra pasangan Suwarno dan Mundarsih giat berlatih. Penyerang bertinggi 173 dan berat 60 kilogram itu kemudian mengikuti seleksi untuk menjadi wakil Indonesia. Pertama di
Stadion Citarum pada Mei lalu, kemudian seleksi nasional di Karawang Jabar sebulan kemudian. Pucuk dicinta ulam tiba. David yang sudah dua kali memperkuat Timnas Merah Putih di kancah nasional terpanggil untuk meniti ilmu di Uruguay. Sebelumnya dia menjadi skuad Garuda Muda di Piala AFF Laos 2011 lalu.
Kemudian Timnas Pelajar tampil di Thailand pada tahun yang sama. Kelapa Sekolah SMAN 7 Semarang Kastri Wahyuni ikut bangga dengan prestasi yang didapat siswanya. Dia rela melepas David untuk melanjutkan sekolah di luar negeri. Ya, pemain yang suka sekali makan nasi goreng itu akan menyelesaikan seolah di negeri orang.
"Dia tidak hanya akan membawa nama baik Indonesia, tetapi juga Jateng, Kota Semarang dan juga tentunya nama sekolah SMAN 7. Mudah-mudahan, dia dapat menjadi penyemangat bagi siswa-siswa yang lain untuk lebih menekuni bidang yang disenangi agar meraih prestasi," imbuhnya.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...