Wednesday, September 3, 2014

Kayong Utara Miliki SSB Tunas Kayong

SUKADANA – Demi memperkuat dunia persepakbolaan Kayong Utara, para insan olahraga mendirikan Sekolah Sepakbola (SSB) Tunas Kayong. Latihan perdana ditandai peresmian oleh Sekretaris Dinas Budaya, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Kayong Utara, di Lapangan Pemkab Kayong Utara, Selasa (11/9) lalu.



“Untuk tahap awal, ada 40 murid yang mengikuti jenjang pendidikan sepakbola. (Mereka) berasal dari Kecamatan Sukadana dan Simpang Hilir, menunjukkan minat orangtua maupun wali murid dalam memperkuat dunia sepakbola Kayong Utara,” ungkap Elkjaer, pengurus SSB Tunas Kayong di ruang kerjanya di Disbudparpora,
kemarin (12/9).

Biaya pendaftaran SSB Tunas Kayong ini pun tergolong sangat murah. Para siswa cukup hanya membayar Rp30 ribu, di mana dalam seminggu masuk dua kali pada Selasa dan Kamis. Selama sebulan, para siswa di sekolah tersebut akan mengikuti delapan kali pendidikan sepakbola berkualitas dan mumpuni. “Kita akan mengeluarkan rapor atau laporan kemajuan pendidikan sepakbola tiap enam bulan sekali (satu semester) ke peserta pendidikan. Ini menjadi kerangka acuan tentang talenta, potensi, maupun prospek peserta didik,” jelas anak mantan pelatih Persikat Ketapang, mendiang Edi Fariansyah ini.

Ia menerangkan pendidikan SSB Tunas Kayong ini dijalani minimal 3 tahun dan paling lama 5 tahun. Mereka memrioritaskan murid sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP), sedangkan untuk SMA tetap diakomodir, namun usia dini lebih diutamakan.  “Alasannya prioritas usia ini, dapat memperkuat tim Kayong Utara di turnamen Liga Nasional Piala Bogasari usia di bawah 15 tahun, serta Liga Nasional Piala Suratin U-18.

Dua liga nasional itu, jenjangnya, harus menang di zona Kalbar, zona Kalimantan, zona wilayah, dan turnamen final nasional di Jakarta. Kemudian SSB Tunas Kayong ini dapat memperkuat Kayong Utara ke Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda),” ujar pelatih sepakbola Kayong Utara yang mengantarkan tim kabupaten ini meraih perunggu di Popda Kalbar. Ini sebagai prestasi sepakbola kali pertama Kayong Utara dalam meraih medali di tingkat Kalbar.

Alasan pendirian ini juga melihat sepakbola senior Kayong Utara masih berat mengimbangi persaingan Divisi III (Liga Amatir Indonesia) Zona Kalbar. Saat ini Persista ‘Pendekar Bukit Kelam’ Sintang berada di Divisi I Liga Indonesia (Ligina), sedangkan Persipon ‘Laskar Elang Khatulistiwa’ di Divisi Utama Ligina. Sisanya masih di Divisi III, selain Persikara ‘Laskar Beressol’ Kayong Utara, Persikat ‘Laskar Kayong’ Ketapang,

PS Kubu Raya ‘Laskar Benteng,’ Persiwah ‘Laskar Opu’ Mempawah, Persiwang ‘Kesatria Naga’ Singkawang, Gabsis ‘Laskar Terigas’ Sambas, Persibeng ‘Laskar Bumi Sebalo’ Bengkayang, Persilan ‘Laskar Intan Kobi’ Landak, PS Sanggau ‘Laskar Dara Nante,’ PS Sekadau ‘Laskar Lawang Kuari,’ Persimel ‘Laskar Apang Semangai’ Melawi, dan PS Kapuas Hulu ‘Pasukan Berani Mati.’ Materi pelatihan, sambungnya, meliputi pengenalan teknik dasar sepakbola secara benar. Hal ini dimaksudkan untuk menanamkan penguasaan teknik permainan bola, maupun formasi serang, bertahan, maupun kerjasama tim.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...