Tuesday, July 22, 2014

SSB Bina Bangsa Diperuntukkan bagi Duafa

DISADARI atau tidak, sekolah sepak bola (SSB) memang merupakan wadah yang sangat potensial dalam melahirkan bibit-bibit pesepak bola yang andal dan profesional. Tak berlebihan bila kemudian, tidak sedikit SSB di Kota Bandung yang menjadikan Kota Kembang sebagai salah satu kota yang banyak melahirkan pemain sepak bola andal.


Namun ada satu yang unik pada SSB di Kota Bandung, yaitu dengan hadirnya SSB Bina Bangsa. SSB yang bersekretariat di Jln. Karawitan 100 Bandung ini, berusaha mengangkat potensi-potensi muda sepak bola dari kalangan masyarakat tidak mampu. Bahkan para pesertanya yang mayoritas kaum duafa tersebut, mendapat pelatihan secara gratis serta berbagai fasilitas lainnya.

SSB Bina Bangsa memang memiliki karakter SSB yang berbeda dengan SSB lainnya, yang cenderung komersial. Sebab SSB Bina Bangsa mengedepankan rasa sosial. Sehingga para anak didik di SSB ini mendapat berbagai kemudahan.

Meski mendapat berbagai fasilitas yang gratis, namun kualitas pelatihan dari SSB ini tidak jauh berbeda dengan SSB lainnya. Bahkan ada satu nilai plus sistem pelatihan di SSB ini, yaitu dengan melibatkan Yusuf Bachtiar, mantan pemain timnas dan Persib Bandung sebagai pelatihnya. Bahkan Yusuf pun mengajarkan bermacam-macam teknik kepada para anak asuhnya.

Yusuf Bachtiar mengungkapkan, Minggu (11/11), keterlibatannya di SSB Bina Bangsa sebagai salah satu bentuk perhatiannya terhadap masyarakat, khususnya yang ada di Kota Bandung. Apalagi SSB Bina Bangsa memiliki motivasi yang cukup mulia dengan mengangkat potensi-potensi muda yang ada di kalangan masyarakat tidak mampu. Sehingga ia pun menyumbangkan teknik dan kemampuannya dalam persepakbolaan kepada anak-anak kaum dhuafa tersebut.

"Pada dasarnya anak-anak binaan ini memiliki potensi yang sama, dengan anak-anak yang lainnya. Bahkan kalau dilihat dari motivasinya mereka itu sangat luar biasa," katanya.

Menurutnya, potensi yang ada di anak-anak kaum duafa tersebut, memang perlu mendapat perhatian dari berbagai pihak. Sehingga potensi mereka pun bisa tergali secara optimal. Terlebih selama ini potensi potensi mereka terpendam dengan keterbatasan yang mereka miliki.

"Kita harapkan dengan adanya SSB Bina Bangsa ini, bakat mereka menjadi terasah dan bisa menjadi pemain yang profesional. Tetapi yang jelas mereka harus mendapat perhatian dari kita semua. Baik itu pemerintah, swasta maupun lainnya," katanya.

Hal senada diungkapkan Kepala Sekolah SSB Bina Bangsa, Imam Cahyadi. Dikatakannya, SSB Bina Bangsa lahir dari rasa kepedulian terhadap anak-anak kaum duafa. Hanya saja keterbatasan yang dimiliki menjadikan mereka sulit untuk berkembang.

"Sebab itulah, SSB ini kita bentuk dengan harapan selain membahagiakan anak-anak, juga mereka bisa menjadi pesepak bola yang andal dan profesional," katanya.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...