Sunday, March 24, 2013

Siasati Tinggi Badan, Pola Sederhana Dipilih

 

JAKARTA, KOMPAS.com - Dibandingkan dengan beberapa musim sebelumnya, tinggi badan peserta Liga Kompas Gramedia (KG) U-14 musim 2013 terlihat lebih pendek. Namun, hal itu tak menjadi kendala bagi tim pelatih untuk meraih hasil terbaik musim ini.


”Yang kami lihat, para pelatih sadar bahwa para pemain mudanya kali ini lebih kecil dibandingkan dengan musim-musim sebelumnya. Mereka pun memilih untuk bermain sederhana dan solid. Itu hal yang positif,” kata Hadi Rahmaddani, dosen Kepelatihan Fakultas Olahraga Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Sabtu (23/3/2013).

Pemantauan yang dilakukan Hadi bersama para mahasiswa Fakultas Olahraga UNJ hingga pekan ke-11 lalu memperlihatkan kecenderungan para pelatih memilih untuk memainkan pola permainan yang sederhana, pola segitiga, bermain dari kaki ke kaki, dan mengesampingkan bermain umpan-umpan lambung. Hanya beberapa SSB yang masih terlihat memainkan permainan cepat dan umpan lambung dari lini pertahanan kepada para penyerangnya.

Hadi mengakui, itu pilihan para pelatih untuk mengembangkan permainan yang lebih sederhana terkait dengan kondisi anatomis atau bentuk tubuh para pemain muda di Indonesia.

”Secara umum, tungkai kaki pemain Indonesia pendek. Panjang pendeknya tungkai memiliki korelasi dengan jarak ayunan atau langkah kaki, dan juga terkait langsung dengan kemampuan fisik untuk melangkah,” katanya.

Kondisi anatomis seperti itu harus disiasati dengan strategi yang tepat. Mengutamakan umpan-umpan jarak jauh, menurut Hadi, membuat para pemain mengeluarkan tenaga ekstra.

Dibandingkan dengan negara Eropa dan Amerika, seperti Italia, tinggi badan pemain muda dengan usia yang sama, Indonesia berada jauh di bawah mereka. ”Kini, federasi sepak bola Italia mencari pemain muda dengan tinggi sekitar 180-182 sentimeter. Sementara Amerika Serikat sekitar 168-170 cm,” katanya.

Pelatih SSB Pelita Jaya Erlan Zulfikar sepakat dengan Hadi. Dengan kondisi tinggi badan yang lebih kecil, pelatih harus mencari alternatif strategi untuk meraih hasil positif. Pola permainan sederhana, umpan mendatar jarak dekat, dan bermain rapat menghemat energi.

Hadi menambahkan, dengan kondisi seperti itu, kemampuan dasar bermain sepak bola, seperti menendang, mengumpan dengan akurat, mengontrol bola, dan menembakkan bola tepat ke sasaran, menjadi menu latihan yang harus terus diasah oleh tim pelatih.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...