Monday, April 29, 2013

Unifikasi Liga Dimulai dari Amatir

JAKARTA (Suara Karya): PSSI mulai menjalankan konsep penyatuan liga. Unifikasi kompetisi dimulai dari Liga Amatir yang dipelopori Badan Liga Amatir Indonesia (BLAI). Unifikasi ini mendahului kompetisi liga profesional yang dijadwalkan mulai musim 2014 sesuai hasil Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI di Hotel Borobudur, Jakarta, 17 Maret lalu.
BLAI yang diputuskan buat mengelola kompetisi amatir di Indonesia -Divisi I, II, III, Piala Mennegpora U-15, dan Piala Soeratin U-18-, sudah menerapkan unifikasi kompetisi pada musim 2012/2013, tepatnya buat Divisi I dan II. Proses verifikasi awal klub peserta kompetisi BLAI dan Direktorat Liga Amatir pun telah dilakukan.
CEO BLAI Syauqi Suratno, hasil dari proses verifikasi awal itu ada 79 klub yang lolos buat Divisi I dan 88 klub buat Divisi II. "Langkah awal yang kami lakukan adalah meminta data dan hasil kompetisi musim lalu dari liga amatir yang dikelola Direktorat Liga Amatir. Dari data itu, kami sesuaikan dengan Peraturan Organisasi (PO) nomor 7 tahun 2009 soal kompetisi, PO dan Manual Liga dari Direktorat Liga Amatir, dan Hasil kompetisi amatir pada 2010," ujar Syauqi. Menurut Syauqi, kompetisi 2010 dijadikan rujukan atas dasar karena kompetisi amatir terakhir yang bergulir sebelum kisruh terjadi.
Sebelum merampungkan proses verifikasi jelang kompetisi bergulir, BLAI pun mengundang para calon peserta Divisi I dan II. Bertempat di Ruang Rapat VIP Barat Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Sabtu (27/4), BLAI sosialisasikan dan jelaskan hasil verifikasi awalnya itu.
"Peserta kompetisi harus anggota PSSI dan tidak memiliki catatan dualisme. Dan, dari pertemuan itu diketahui ada beberapa klub yang dilanda dualisme kepengurusan. Buat mereka yang dilanda dualisme, kami minta buat menyelesaikan masalah itu secara internal. Termasuk buat klub yang musim lalu berkompetisi di kompetisi yang dikelola BLAI. Meski status keanggotaan mereka valid, tapi kami minta mereka merangkul kepengurusan lainnya. Kami beri waktu sampai 29-30 Mei 2013. Jika tidak selesai, maka BLAI yang mengambil keputusan," papar Syauqi.
"Yang pasti, sepakbola Indonesia tidak boleh berhenti karena ada pihak yang tidak mau bersatu," tambahnya. Merujuk pada hasil verifikasi awal BLAI, besar kemungkinan peserta Divisi I bakal melebihi kuota peserta yang diatur dalam PO nomor 7 tahun 2009. Dalam PO nomor 7 tahun 2009, jumlah peserta Divisi I adalah 66 klub. Dan, buat Divisi II sendiri, menurut PO nomor 7 tahun 2009 maksimal diikuti 100 klub.
"Jika itu terjadi, maka BLAI akan melapor ke federasi. BLAI akan jelaskan kondisinya. Tapi, pasca pertemuan itu sendiri BLAI masih akan melakukan verifikasi akhir sebelum kompetisi musim 2012/2013 bergulir. Jadi, masih ada kemungkinan jumlah itu berkurang. Terlebih jika melihat berbagai faktor non-teknis lainnya, khususnya jika bicara dukungan dan kondisi pemerintah daerahnya," terangnya.

Menurut rencana, Divisi I 2012/2013 yang bakal terbagi dalam 12 grup bakal bergulir mulai 16 Juni 2013. Dan, Divisi II mulai 31 Agustus 2013. Dalam proses persiapan menggulirkan kompetisinya itu, BLAI juga terus berusaha menggandeng sponsor. Saat ini, sponsor yang sudah sepakat bekerja sama dengan BLAI adalah Pespex, salah 1 produsen bola. "Para sponsor belum yakin. Mereka takut sepakbola Indonesia dilanda kisruh lagi," pungkas Syauqi.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...