Sunday, May 19, 2013

Bonek Gelar Pelatihan Sepakbola

Surabaya (beritajatim.com) - Seru dan mengelikan. Itulah kesan yang ada pada pelatihan sepak bola yang digelar Bonek Q (BQ), Asian Soccer Academy (ASA) dan Coca-Cola Amatil (CCA) di lapangan Persebaya. Sebanyak 200 orang anak kampung beradu kaki untuk memperebutkan si bola bundar dengan gayanya masing-masing. Maklum, anak-anak dari usia SD hingga SMA itu tak pernah mendapatkan sentuhan pelatih profesional. Jadinya, saling sikut, saling tarik dan saling tendang terjadi antar peserta.


Dalam rilis yang dikirim kepada beritajatim.com, Minggu (19/5/2013), jelaskan bahwa coach Eko dan coach Hildam dari ASA membagi dalam 10 kelompok usia dan kemampuan. Satu kelompok dikawal oleh satu pelatih lokal. Dari sini, pelatihan mulai difokuskan. Teknik menggiring bola baik lurus, zig-zag, tendangan panjang (long pass) dan umpan-umpen pendek diterapkan secara detil. Jadinya, hampir semua peserta yang rata-rata non Sekolah Sepak Bbola (SSB) sangat antusias mengikuti pelatihan berlabel Coke Cicks 2013 itu.

Panas matahari yagn menyengat, tak menjadikan peserta beringsut. Pelatihan singkat dari coach bersertivikat internasional itu membuat seluruh peserta makin besemangat mengiring dan menendang bola. Sampai akhirnya, dua coach memilih 10 orang pemain terbaik dengan penghargaan berupa medali dan 4 orang terbaik dari yang terbaik. Istimewanya, terbaik dari terbaik yagn diraih oleh Nico Adji Firmansyah dari jalan Kedung Asem dijanjikan akan dipertemukan dengan pemain Eropa yang dijadwalkan Coca Cola Amatil (CCA) berkunjung ke Indonesia. 

‘’Pastinya, juara Best of the best ini akan digabugn dengan juara dari 14 kota di Indoensia yagn akan kita pertemukan bintang sepak bola Eropa mendatang,’’ kata Retno Kusdiyarto media coommunications manger CCA Jawa Timur.

Sebelum itu, komisaris Persebaya, Saleh Ismail Mukadar yagn hadir membuka pelatihan merasa gembira dengan diselengaranya coke kicks tersebut. ‘’Sebab dalam setahun 30 klub internal Persebaya hanya bisa megnhasilkan sekitar 1000 pemain usia dini,’’ katanya dalam sambutan singkatnya. Oleh sebab itu, pelatihan sejenis dirasa sangat perlu dan sangat membantu menumbuhkan bibit-bibit baru di dunia per sepak bolaan di tanah air.

Jujur, lanjut Saleh, pemain bola itu harus terus ditumbuhkan dari bawah. Apalagi dari kampung-kampung yang tidak tersentuh SSB. Pihaknya yakin, banyak pemain-pemain berbakat yang tidak muncul dalam SSB mengingat sangat banyak anak-anak tidak mampu secara finansial tetapi punya bakat bermain bola sangat bagus.

‘’Yang seperti ini harus terus digali. Saya sangatr mengapreasi jika Bonek ikut peduli dalam melakukan pembinaan atlet bola usia dini,’’ jelas lelaki bertubuh tambun yang megnaku bangga dengan banyaknya peserta pelatihan coke kicks 2013.

Semoga, tambah Saleh, di tahun depan, akan banyak perusahan-perusahan swasta yang bersedia menggelar pelatihan sejenis yang dilakukan PT CCA Indoensia itu. ‘’Siapa lagi yang mau peduli terhdap pembinaan usia dini, jika tidak perusahaan swasta dengan dana CSR nya. Dan saya berharap, tahun depan pesertanya meningkat dari 200 bisa menjadi 300 dan seterusnya,’’ ujar Saleh lagi.

Sementara itu, pelatihan yang diselenggaran secara Cuma-cum itu juga memberikan seperangkat kostum. Mulai dari t-shirt, celana pendek dan kaos kaki. Akan halnya, peserta, 10 pelatih lokal juga mendapatkan kursus kilat Train to Trener. Peralatan melatih seperti modul, cone, serta bola dibawahkan untuk dipakai melatih di kampugngnya masing-masing. Usai pelatihan, saeluruh peserta dan pelatih mendapatkan sertifikat dari pantia.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...