Monday, June 24, 2013

Liga Yunior U-18 Tanpa Dukungan Sponsor

Liga Yunior U-18 Tanpa Dukungan SponsorTRIBUNNEWS.COM - Minim publikasi, itulah yang tercermin pada penyelengaraan pertandingan pekan pertama zona Jakarta I Liga Yunior U-18 Indonesia, di POR Pelita Sawangan, Depok, Jawa Barat, Minggu (16/6).

Tidak ada kehadiran tim medis, pemungut bola, dan hanya terpasang dua dari delapan a-board atau papan iklan. Terkesan seadanya. Sangat sederhana.
Liga ini belum memiliki sponsor untuk membiayai kompetisi. Masing-masing Sekolah Sepak Bola (SSB) urunan. Komitmen peserta seragam, yaitu menyediakan wadah agar anak-anak kelahiran 1995, 1996, dan 1997 memiliki jam terbang.
Sejak turnamen Piala Suratin terhenti, Indonesia seperti kehilangan kompetisi untuk remaja. Dewasa ini, sponsor atau penyelenggara cenderung melirik usia 12 hingga 14 tahun.
Kesederhanaan meluber hingga dalam lapangan. Proses penentuan posisi gawang dan bola menggunakan suit, bukan koin.
Di meja panitia, hanya dua orang, yaitu satu petugas pencatat administrasi dan yang lain bagian dokumentasi. Pergantian pemain pun tanpa papan nomor pemain. Panitia hanya memanggil dari pinggir lapangan. Tanpa didampingi ofisial keempat.
"Karena mandiri, ya seperti itu. Komitmen gotong royong. Kami juga belum dapat sponsor, tetapi penyelenggara dan peserta memiliki tekad untuk menyediakan kompetisi. Kompetisi ini untuk membentuk pemain," ujar Wasidin, Sekretaris Umum Badan Liga Yunior, pengelola Liga Yunior U-18, Minggu (16/6) pagi.
Liga Yunior U-18 bergulir di 13 zona. Masing-masing berisi minimal delapan tim dengan sistem kandang-tandang. Kecuali zona Jakarta, peserta berjumlah 10 klub.
Tuan rumah, menyediakan kebutuhan untuk menyewa lapangan dan akomodasi perangkat pertandingan.
Di akhir kompetisi, juara masing-masing zona dipertemukan. Penyelenggara juga meminta pembentukan satu tim yang berisi kumpulan pemain terbaik dari 13 zona kemudian saling bertanding.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...