Tuesday, June 4, 2013

Menggagas ID Card Arek-Arek SSB Jatim


 

KABINET Pengprov PSSI Jawa Timur (Jatim) di bawah komando Bambang Pramukantoro belum dilantik. Tapi, masa penantian tersebut bukan masa vakum. Buktinya dua kandidat pengurus anyar terlibat dalam diskusi tentang pentingnya ID Card bagi para pemain SSB (Sekolah Sepak Bola) se-Jawa Timur. Adalah dr Wardy Azhari Siagian dan Amir menggagas dan mendiskusikan pentingnya ID Card bagi bocah-bocah SSB Jatim.

“Dengan terbitnya ID Card anak-anak SSB, maka tidak perlu lagi di setiap turnamen di masa mendatang Panpel melakukan verifikasi dan screening lagi. Efisiensi waktu, tenaga, dan biaya akan tercapai jika kita menerbitkan ID Card. Di ID Card tersebut tercantum angka-angka yang menunjukkan asal klub, kota asal, usia, dan sebagainya. Deteksi usia akan terus berjalan secara otomatis karena sudah diprogram komputer,” tutur dr Wardy.
Kalau ID sudah dibuat, maka setiap pemain akan ketahuan jika dia pindah ke kota atau SSB atau klub lain, jika pemain bersangkutan tidak melaporkannya kepada Pengprov PSSI Jatim. Tidak ada pula pemalsuan usia, sebab data yang masauk dalam data base harus melalui cross check KTP, sertifikat kelahiran, dan ijazah/rapor.
Gagasan kandidat fungsionaris Pengprov Jatim 2013-2017 tersebut disambut hangat oleh tokoh-tokoh sepak bola Kota Batu. Syafrudin, Wakil Ketua 1 Pengcab PSSI Batu, dan Riyanto, Wakil Sekretaris PSSI Batu, Senin 3 Juni 2013 siang, berkunjung ke kantor Pengprov di Jalan Raya Kertajaya, Surabaya. “Kami sangat mendukung gagasan ini,” kata Syafrudin.
Seluruh pemain SSB di lingkungan Pencab PSSI Batu sebenarnya sudah dibuatkan ID Card. “Kami sudah membuatnya di Batu, tapi kalau Pengprov PSSI Jatim mau membuat untuk seluruh pemain SSB se-Jatim, inilah yang kami tunggu-tunggu. Apalagi biayanya relatif ringan, hanya Rp 10 ribu per kartu ,” sahut Riyanto.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...