Wednesday, August 28, 2013

Utamakan Sikap Disiplin Ketimbang Teknik

Jakarta - Saat ini banyak sekolah khusus sepakbola anak-anak di Indonesia. Anak-anak sejak usia dini didaftarkan sekolah sepakbola (SSB) dengan berbagai alasan, baik karena keinginan sendiri maupun karena kehendak orangtua. Namun, banyak yang kurang memperhatikan segi pelatihan di berbagai SSB.

"Cara pendekatan sepak bola anak tidak boleh disamakan dengan orang dewasa. Programnya itu mulai diperkenalkan teknik dasar dan pondasi sepakbola. Saat ini kebanyakan belum seperti itu," ujar instruktur pembinaan grasroot Achwani saat ditemui di konferensi pers Festival Sekolah Sepakbola U-12 Se-Jabodetabek di Jakarta, Senin (26/08).
Menurut Achwani, saat ini kebanyakan pelatih SSB masih ingin membentuk tim. Padahal anak-anak ini sebaiknya tidak langsung dipilah-pilih dan dimasukkan ke tim atau dijadikan cadangan. Namun di sisi lain pelatih juga harus bisa mengenali para anak-anak bertalenta tanpa mengacuhkan yang lainnya.
"Saat ini pelatih masih ingin membentuk tim, menjadikan mana anak yang masuk utama mana yang cadangan. Padahal menurut panduan FIFA mengenai grassroot ini jangan buat anak dibeda-bedakan. Namun pelatih harus jeli anak-anak yang bertalenta harus ada penguatan," tambah Achwani.
Pelatih anak-anak juga sebaiknya tidak bertindak seperti melatih orang dewasa. Seharusya pelatih menanamkan sikapn disilplin dan tidak bermain curang.
"Progress dalam SSB itu bukan meraih juara, namun pemain yang dibina perlahan-lahan dari kuantitas menuju kualitas. Pelatih grassroot tidak bisa seperti pelatih pemain dewasa. Fairplay, respect, dan disiplin yang harus diutamakan," ujar Achwani.
Achwani berharap ke depannya pembinaan pada anak-anak sejak usia dini di bidang sepakbola terus berkembang. Tidak hanya pelatih yang harus mengerti akan penanganan anak-anak di SSB, tetapi juga para pengurus SSB dan orangtua agar terjadi kesinambungan.
"Harapan saya baik pelatih dan pengurus harus ngerti grassroot, di lapangan dan organisasi. Harus membuat anak-anak yang suka semakin suka dengan sepak bola dan anak-anak yang tidak maupun kurang suka menjadi suka sepakbola. Selain itu, peran orangtua juga penting bagi anak-anak," tutupnya.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...