Thursday, October 10, 2013

Bisa Sekolah dan Bekerja Karena Bola

Nelson, top skor pada Futsal Jambi Independent. Dia tak menyangka jadi peraih gol terbanyak di JIFC 6. 
JAMBI - Setiap pemain tentunya memiliki visi untuk menang. Sebab, kemenangan adalah segala-galanya dalam bertanding. Namun, dalam sepak bola kemenangan tidak akan diraih tanpa adanya mesin gol di setiap tim. Seperti halnya Novriansah, Top Skor Kompetisi Futsal Jambi Independent.


Meski tidak dapat menghantarkan instansinya menjadi pemanang pada Kompetisi Futsal Jambi Independent yang ke VI, Novriansah masih dapat tersenyum lebar. Selain membawa timnya menjadi runner up, Novriansah menjadi top score pada kompetisi Futsal Jambi Independent 2013.
Pemain yang akrab dipanggil Nelson ini memang dikenal sebagai pemain yang memiliki skil individu yang baik. Nelson sangat baik dalam mengolah si kulit bundar sehingga pergerakannya selalu membuat repot tim yang menjadi lawannya. Kepiawaian mengolah bola juga sangat terlihat sejak kompetisi futsal Jambi Independent digelar. Ia selalu menjadi target timnya untuk membobol tim yang menjadi lawannya. Hingga final yang diksaksikan ratusan pencinta futsal yang ada di kota jambi, pemain yang memiliki rambut sedikit ikal ini mencetak 10 gol.
Di tengah riuhnya penonton dan pesta kemenangan dari berbagai tim, baik itu belajar dan instansi, Jambi Independent sempat menghampiri pemain yang memiliki tinggi 170 itu. Dengan mengusap keringat di tubuhnya, ia masih mengeleng-gelengkan kepala karena tidak dapat meraih kemenangan pada saat Final.
Nelson masih menaruh sedikit penasaran karena kekalahan yang dialaminya pada saat final sangat tipis. Tapi sebagai pemain profesional dirinya tetap menjunjung tinggi yang namanya fair play dengan menerima kekalahan. ”Biasalah, yang namanya bola itu bulat, ada menang ada kalah,” ungkapnya sambil mengelenggelengkan kepala.
Ternyata, pemain kalahiran 2 November 1987 ini tidak mengetahui jika dirinya adalah pencetak gol terbanyak untuk kategori instansi pada kompetisi futsal Jambi Independent yang ke VI ini. “Dak tau, top score yo,” tanyanya balik saat diberitahu jika dirinya adalah top score.
Nelson mengatakan, selama pertandingan dihelat, dirinya tidak pernah menghitung berapa gol yang telah dihasilkannya ke gawang lawan. Dia hanya berupaya bermain bagus dan mencetak gol sebanyak-banyaknya. Dan berupaya membawa instansi tempat ia bekerja menjadi juara.
”Kalau bermain yang ada dalam pikiran saya bagaimana saya bisa mencetak gol dan membawa tim saya menang di setiap pertandingan,” lanjut karyawan PLN yang sudah bekerja sejak 4 tahun silam ini, semangat.
Di dunia bola, nama Nelson memang sudah tidak asing lagi, Nelson yang mulai mengenal sepak bola sejak 1998 yang lalu ini selalu menjadi pemain di setiap event. Baik itu di ajang Pekan Olahraga Provinsi dan Devisi III, II dan I. Ternyata pemain yang berposisi sebagai striker ini begitu cinta dengan olahraga sepak bola.
Betapa tidak, Nelson memiliki cerita tersendiri. Dulu dirinya bukanlah anak yang terbilang mampu untuk melanjutkan pendidikan. Namun karena prestasi di dunia bola sangat baik, ia mampu membiayai sekolahnya hanya dengan sepak bola. Selain penghargaan pada ajang resmi, dirinya kerap mendapat pemasukan dari tim-tim yang dibelanya pada saat turnamen antar kampung (tarkam).
Tidak sebatas itu saja, dia dapat bekerja di PLN berkat kemahirannya bermain sepak bola. setelah melihat permainan cantik dan semangat bertanding Nelson, PLN menariknya sebagai karyawan. Selain bekerja dirinya juga akan membela PLN di setiap event bola seperti kompetisi Futsal Jambi Independent kali ini. ”Kalau bola, saya sudah tidak dapat bercerita lagi, saya dikenal orang hingga bisa sekolah karena bola,” tambahnya.
Nelson bercerita, saat dirinya mulai mengenal bola, dirinya tidak seperti pemain lainnya yang mendapat suport dari keluarga dengan dipenuhinya segala atribut bola, baik itu pakaian dan sepatu. Karena memiliki bakat dan kemauan yang kuat dirinya bernapas lega pada waktu itu karena ada teman yang memberikannya sepatu dan pakaian untuk berlatih.
”Pakaian dan sepatu bola saya, pertamanya hanya dibelikan teman, tanpa dia saya tidak akan seperti ini, karena waktu itu saya tidak memiliki sepatu,” kenangnya.
Setelah itu, Nelson juga dibesarkan dari klub. Ketika itu dirinya selalu latihan bersama-sama di Markuban Jambi. Bahkan ia beberapa kali membela klub itu hingga dirinya melanglang buana ke klub lainnya. ”Bagi saya, bola sudah tidak dapat terpisahkan dari kehidupan saya dan saya akan terus bermain hingga saya bisa,” katanya.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...