Thursday, October 31, 2013

Manchester City Kirim Utusan Pantau SSB di Tangerang

Taufik Jursal (baju Manchester City) dan dua utusan City saat berkunjung ke SSB Benteng Raya. (Foto: Taufik Jurhal Efendi)


JAKARTA – Klub elite Premier League, Manchester City mengirim utusannya ke Indonesia. Kabar yang ramai terdengar bahwa kampiun Premier League musim 2011-12 lalu itu berencana membangun sekolah sepakbola (SSB) di Tanah Air.


Langkah City ini mengikuti sejumlah klub yang telah lebih dulu mendirikan sekolah sepakbola di tanah air, sebut saja SSI Arsenal, Liverpool Internasional Football Academy, FC Barcelona Escola Indonesia, dan Sekolah Sepak Bola Real Madrid. 

Dalam kunjungannya Rabu, 30 Oktober, The Citizens mengirim dua utusan, yakni Holding Manchester City, Francisco López dan Manajer Marketing City di kawasan AsiaStephan Cieplik. Di Indonesia mereka didampingi CEO Fsports, Fary Farghob, dan Ketua Asosiasi Sekolah Sepakbola Indonesia (ASSBI) Taufik Jursal Effendi. 

Disinggung mengenai rumor tersebut, Fary tak menampik. Diakuinya bahwa pihak City tengah melakukan penjajakan dengan pemerintah dan Kementrian Pemuda dan Olahraga Indonesia. 

Mengenai lokasi, Fary mengungkapkan bahwa pihak City masih merahasiakan hal tersebut. Fary menambahkan, manajemen City menilai Indonesia memiliki potensi dan sumber daya manusia yang besar. 

“Ya, pihak City tengah menjajaki kerja sama sepakbola dengan pemerintah Indonesia dan Kemenpora. Namun, semuanya masih dalam tahap penjajakan, survei, dan melihat bagaimana sepakbola Indonesia terutama usia muda. Kunjungan kali ini bertujuan ingin mengetahui lebih banyak mengenai sekolah sepakbola Indonesia,” tutur Fary, kepada Okezone

“Manchester City ingin mengembangkan klub di luar Inggris. Misalnya saja di Amerika, City membangun klub New York City yang musim depan akan berlaga di Major Super League (MLS),” lanjutnya. 

Kunjungan pertama utusan City dilakukan ke sekolah sepakbola Tangerang Raya, di kawasan PT Argopates di Cikokol, Tangerang. Sekolah sepakbola di sana memiliki 200 siswa dengan delapan pelatih.

Baik López dan Stephan sama-sama mengomentari kualitas rumput lapangan, mereka juga menanyakan kondisi lapangan saat turun hujan, cara menyeleksi pemain, dan juga membahas masalah gizi dengan pemilik SSB. 

Latihan yang dijalani anak-anak di SSB Tangerang Raya dilakukan tiga kali dalam seminggu dengan durasi dua jam. Dalam SBB ini memiliki berbagai tingkatan usia, mulai U-10 U-12 U-15. 

Sementara kunjungan kedua berada di kawasan Sungai Cisadane, di sekolah Benteng Muda, pimpinan Aam Muharam. Berbeda dengan lokasi pertama, di sekolah ini utusan The Sky Blue itu telah disambut banyak orang tua yang menunggu. 

Sama halnya dengan Tangerang Raya, Benteng Muda pun memiliki 200 orang siswa dengan delapan pelatih dan pelatih tamu. Pemain tim nasional Indonesia, Firman Utina bahkan pernah menjadi guest training di SSB ini. 

Mengenai porsi latihan, Benteng Muda pun memiliki porsi yang sama dengan Tangerang Raya, yakni tiga kali dalam seminggu dengan durasi dua jam. Benteng Muda juga turut mengikuti berbagai kompetisi, di antaranya: Liga Pelajar Indonesia, Liga Topskor, Liga Kompas, Liga pertamina, dan Danone Cup. Bahkan ada dua pemain Tangerang Raya yang dipanggil untuk membela Timnas Indonesia U-14 yang bermain di Thailand, yaitu: Drei Buyung dan Rafi. 

Usai melakukan tanya jawab dengan sang pemilik dan pelatih, kunjungan pun dilanjutkan ke sesi foto. Bukan hanya dengan para pemain, para orang tua yang menyaksikan langsung kedatangan dua utusan City ini pun meminta berfoto bersama. Bak selebriti dan aktor lapangan hijau, López dan Stephan pun melayani permintaan foto dengan senyuman tetap mengembang.

López bahkan berkata kepada Stephan “We are famous here”, sembari diselingi tawa. Well, mungkin kunjungan ke Indonesia kali ini akan membawa cerita menarik untuk keduanya, bukan hanya soal potensi para pemain masa depan Garuda saja melainkan juga antusiasme masyarakat sepakbolanya.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...