Monday, October 7, 2013

Menjaga Pola Makan Timnas U-19: Dilarang Makan Pedas dan Asam!



Jakarta - Bermain dalam jadwal yang padat di babak kualifikasi Piala Asia U-19 membuat tim pelatih dan dokter harus pintar-pintar menjaga kebugaran para pemain. Terutama dalam menjaga asupan gizinya.


Dokter timnas U-19, Alfan Nur Asyar, menuturkan banyak hal soal plus dan minus menjaga kebugaran dan pola makan pemain ketika ditemui di hotel Sultan. Ia mengatakan, sejauh ini kebugaran pemain dalam kondisi fit. VO2 Max mereka juga dalam kondisi bagus. Hanya memang, untuk menjaga kondisi pemainnya tetap stabil, pemain butuh asupan gizi yang lebih baik.

Caranya dengan melarang para pemain untuk mengkonsumsi makanan dari luar. Sebagai gantinya, ia menawarkan makanan yang ada di hotel.

Biasanya, lanjut dia, pihaknya lebih dulu berkoordinasi dengan juru masak di hotel untuk berdiskusi soal makanan yang akan disiapkan. "Intinya, jangan sampai mengurangi cita rasa makanan dan jumlah kalori yang dibutuhkan pemain. Soalnya, anak-anak kebanyakan dari daerah, jadi banyak makanan yang harus kita mix. Jadi makanannya juga nggak harus western terus," ungkapnya.

"Secara gambaran umum ada nasi, kentang, sayur, jus, dan buah. Itu yang wajib disediakan di hotel."

Selain melarang membeli makanan di luar, para pemain juga diminta untuk tidak mengkonsumsi makanan yang pedas dan asam. Karena secara medis, makanan itu menyebabkan gangguan pencernaan khususnya pada lambung dan usus halus.

Sayangnya, kata Alfan, ada beberapa pemain yang kurang paham soal risiko dari makanan tersebut. Terbukti, hal itu terjadi di sela-sela pemusatan latihan "Waktu latihan, ada pemain yang sakit perut, pas ditanya-tanya, ternyata habis makan pedas. Akhirnya mengganggu proses latihan dia juga, karena dia kena diare. Sementara kalau diare itu banyak cairan yang keluar, dehidrasi. Otomatis latihan juga nggak bisa optimal, apalagi mau bertanding, ini 'kan cukup mengkhawatirkan," terangnya.

"Makanya kalau soal makanan itu kami jaga sekali, karena ini berkaitan dengan aktivitas ke depannya juga."

Sementara dalam mengembalikan cairan tubuh pemain, dia merekomendasikan Evan Dimas cs untuk mekonsumsi buah yang mengandung banyak air, seperti semangka dan melon.

"Kita juga bantu dengan minuman elektrolit seperti oralit. Biasanya sebelum, sesaat, dan setelah latihan maupun pertandingan. Oralit kita campur dengan minuman mereka," ujarnya.

Sebaliknya, pihaknya tidak merekomendasikan minuman berenergi. "Kurang bagus juga. Kalau oralit untuk rehidrasinya bisa lebih cepat, dan mencegah tingkat kram dan kejang pada otot."

Selain itu, vitamin juga menjadi suplemen penting bagi para pemain. "Biasanya kita pilih vitamin yang bisa meningkatkan kekuatan saraf otot dan memberi banyak energi."

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...