Monday, December 2, 2013

Tekuk Belter FC, New Salatiga Juara Graito Cup I

Salah satu wakil Solo, New Pelita Solo (hijau) gagal menoreh prestasi gemilang meski sudah mengirimkan tiga wakilnya pada Graito Cup I di Stadion Sriwedari Solo, Minggu (1/12/2013). Foto : Maksum Nur fauzan


SOLO – Sekolah Sepak Bola (SSB) New Salatiga keluar sebagai jawara kejuaraan antar-SSB U-12 bertajuk Graito Cup I di Stadion Sriwedari Solo, Minggu (1/12/2013). Berhadapan dengan wakil Solo, SSB Belter FC di laga puncak, New Salatiga menang lewat adu tendangan penalti setelah bermain imbang 0-0 pada waktu normal.

Absennya tim Jawa Timur dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Graito Cup I membuat peluang wakil tuan rumah terbuka. Setelah melewati ketatnya kompetisi yang diikuti 24 tim tersebut, Belter FC yang sejak awal jadi unggulan tuan rumah mampu lolos ke partai puncak. Sementara sang penantang New Salatiga yang berstatus tim kuda hitam di luar dugaan lolos dari hadangan tim kuat seperti SSB New Pelita Solo dan SSB Pandanaran Boyolali.
Dalam laga yang digelar sore hari tersebut, tampak kedua kesebelasan tak tampil dalam performa terbaiknya. Sistem kompetisi yang menyelesaikan seluruh laga dalam satu hari membuat para pemain kehabisan tenaga. Tak pelak, dukungan puluhan keluarga pemain yang datang ke Stadion Sriwedari Solo tak memberi pengaruh banyak pada jalannya waktu normal 2 x 10 menit. Skor sama kuat 0-0 memaksa wasit melanjutkan pertandingan dengan adu penalti.
Dalam adu tos-tosan tiga wakil tersebut, SSB New Pelita dan SSB Belter FC kembali bermain imbang. Dua penendang dari kedua tim sama-sama sukses menceploskan bola. Sementara satu penendang dari kedua tim gagal menjalankan tugasnya. Wasit pun terpaksa mengundi tim yang jadi penendang dan jadi kiper.
SSB New Salatiga yang berkesempatan jadi penendang tanpa kesulitan menjebol gawang yang dijaga kiper SSB Belter FC. Hasil itu membuat SSB New Salatiga keluar sebagai jawara Graito Cup I.
“Sebenarnya kami ingin menang di waktu normal. Tapi karena kondisi fisik pemain sudah menurun, strategi yang kita susun tak berkembang. Tapi kami senang akhirnya bisa jadi juara,” terang Pelatih SSB New Salatiga Gotri.
Sementara itu, Pelatih SSB Belter FC  Sunaryo mengklaim kekalahan timnya atas New Salatiga lebih karena tak beruntung. Dirinya mengaku timnya membuang peluang pada waktu normal meski mendominasi jalannya permainan.
“Apapun hasilnya ini sudah di luar target. Dari awal kami hanya mengincar posisi empat besar,” akunya.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...