Sunday, January 19, 2014

Ratusan Anak Jalanan di Surabaya Ikuti Seleksi Street Child World Cup 2014

Peserta melakukan selection games yang merupakan bagian dari seleksi lokal Garuda Baru


Surabaya - Saat ini, di Indonesia terdapat 4,5 juta (1,8% dari total penduduk Indonesia) anak jalanan. Sebenarnya, mereka memiliki bakat dan motivasi untuk menjadikan hidup lebih baik. Salah satu cara untuk menggali bakat dan motivasi para anak jalanan yaitu melalui sepakbola.

Sepakbola merupakan olahraga yang paling populer di negeri ini. Sepakbola bisa dilakukan di mana saja, di desa, di kota, di lapangan yang becek hingga stadion megah Piala Dunia. Siapa pun dapat menjadi pemain sepakbola, termasuk anak jalanan.
Melalui program Street Child World Cup (SCWC) yang akan mulai diselenggarakan pada 27 Maret 2014 di Rio De Jainero, Brasil, para anak jalanan memiliki peluang untuk go international dan bertanding dengan anak jalanan dari berbagai belahan dunia.
SCWC sendiri merupakan sebuah gerakan internasional untuk mendukung anak yang hidup dan bekerja di jalan (street children) guna mendapatkan hak dan perlindungan, layaknya anak-anak pada umumnya. Dilaksanakan lebih awal dari Piala Dunia 2014, gerakan ini mempersatukan anak-anak jalanan di seluruh belahan dunia untuk bermain sepakbola dan bergabung dalam sebuah pertemuan internasional yang unik.
Indonesia, melalui Yayasan Transmuda Energy Nusantara (TEN) mendapatkan kesempatan untuk berpartisipasi dalam SCWC 2014 dengan mengimplementasi sebuah program bernama Garuda Baru. TEN sendiri merupakan yayasan yang bergerak di level akar rumput untuk meningkatkan kualitas hidup anak jalanan.
Untuk melakukan proses rekrutmen program Garuda Baru dari seluruh wilayah Indonesia, Yayasan TEN melakukan proses seleksi lokal yang berlangsung di 7 kota di Indonesia meliputi Medan dan Makassar (11 Januari), Surabaya dan Palembang (18 Januari), Yogyakarta dan Bandung (25 Januari), dan Jakarta (1 Februari). Seleksi nasional digelar di Jakarta (16 Februari hingga 23 Maret).
Pelaksanaan proses seleksi lokal di Kota Surabaya bertempat di Lapangan Persebaya dan bekerja sama dengan lembaga mitra, yaitu Sanggar Alang-Alang dan Sekolah Sepak Bola Sosial Surabaya.
Selain itu, Yayasan TEN dalam pelaksanaan program Garuda Baru ini menggandeng Brazilian Soccer School, Pertamina Soccer School, dan Jakarta Football Academy sebagai juri dalam seleksi lokal dan nasional.
"Setiap anak dapat memunculkan bakat dan potensinya, kemudian diasah dan dibimbing. Kami mengharapkan para pemuda dapat membuat sarana dan kesempatan untuk orang-orang yang kurang beruntung seperti anak jalanan agar mereka bisa mengasah bakat dan potensinya tanpa harus bekerja dan tinggal di jalanan," kata Mahir Bayasut, Ketua Yayasan TEN di sela acara proses seleksi lokal ini.
Pemilihan kota Surabaya sebagai ibukota provinsi Jawa Timur ke dalam program ini karena dari tahun ke tahun terdapat peningkatan jumlah anak jalanan di kota Surabaya.
Didit Hari Purnomo, pendiri Sanggar Alang-Alang, salah satu mitra Yayasan TEN dalam program ini mengatakan Anak Jalanan di kota Surabaya sudah mendapatkan perlindungan dari pemerintah daerah sehingga kehidupan mereka lebih terarah.
"Dengan adanya program Garuda Baru, kami sangat mendukung sekali sehingga anak yang terpilih dapat menjadi contoh rekan-rekannya untuk bisa mengasah bakatnya di berbagai bidang. Sanggar Alang-Alang merupakan salah satu yayasan yang mengembangkan anak-anak jalanan di Surabaya," tambahnya.
Untuk lolos ke Brasil, mereka harus mengikuti dua tes, yaitu technical soccer ability pada saat seleksi lokal. Tes ini akan dimulai dengan diawali tes teknik sepakbola.
Dalam tes ini, setiap anak hanya diberikan satu kali kesempatan untuk menunjukkan keahliannya dalam tes kecepatan kaki yang meliputi beberapa gerakan seperti Pele Sprint yaitu dengan cara menginjak atas bola dengan kaki kanan lalu ke kaki kiri secepat mungkin, lalu gerakan Robinho dengan cara memutarkan kaki kanan dan kiri secara bergantian dari dalam ke luar tanpa menyentuh bola, serta Inside to inside dengan cara memakai kaki bagian dalam dan bergantian dari kaki kanan lalu ke kaki kiri. Kemudian, dilanjutkan dengan tes passing dengan cara menendang bola yang harus mengenai sasaran yang jaraknya 10 meter.
Setiap kontestan harus mencoba untuk mengenai sasaran sebanyak mungkin dari 10 percobaan. Tes lainnya, juggling, yaitu dengan hanya memakai bagian atas kaki (tali sepatu) dan bila bola sudah terjatuh, maka jumlah juggling itulah yang akan dijadikan skor untuk kontestan. Diperkirakan setiap anak dapat menghabiskan 5-10 menit untuk menjalani tes tersebut.
Menurut perwakilan dari Brazilian Soccer School, Santoso Budiwidyanto, dari seleksi lokal ini, pihaknya sudah mengetahui kemampuan dan kepribadian mereka seperti apa. "Kami sudah membuat perencanaan untuk membimbing mereka sesuai porsi untuk memenuhi kebutuhan tim yang berangkat ke Brasil," katanya.
Pada seleksi nasional, semua peserta terpilih dari seleksi lokal akan menjalani psychological test yang tercakup dalam beberapa faktor yang diperlukan, antara lain, calm and compose (kesabaran dan ketenangan), hardworking (semangat), confidence (percaya diri), leadership & teamwork (kepemimpinan dan kerja sama), dan sportsmanship (sportivitas).
Ade Mulyadi, perwakilan dari Pertamina Soccer School sangat mendukung program SCWC ini. Menurutnya, program ini adalah salah satu bentuk solusi dari masalah anak jalanan di Surabaya. "Saya berharap program SCWC ini dapat memberikan semangat dan motivasi anak jalanan untuk lebih mengasah bakat yang dimilikinya," ujarnya.
Sementara perwakilan dari Volunteer Muda Surabaya, Fajar Firsada, menyambut baik adanya SCWC ini. "Ini apresiasi yang sangat besar bagi anak jalanan, semoga program ini akan selalu diadakan pada masa mendatang," katanya.
Untuk mensukseskan program Garuda Baru ini, Yayasan TEN bekerja sama dengan lembaga-lembaga mitra yang memiliki semangat sukarela untuk menyuarakan hak dan perlindungan bagi anak-anak, khususnya anak yang hidup dan bekerja di jalan. Lembaga mitra tersebut adalah Rumah Singgah dan Belajar Diponegoro (Yogyakarta), Sanggar Alang-Alang, Sekolah Sepakbola Sosial Surabaya (Surabaya), Lembaga Pelayanan Kesejahteraan Masyarakat Indonesia (Medan), Yayasan BAHTERA (Bandung), Yayasan Sahabat Anak (Jakarta), Yayasan Bina Anak Mandiri Indonesia (Makassar), dan Yayasan Pondok Seni Budaya (Palembang).
Pada 11 Januari 2014 lalu telah dilaksanakan seleksi lokal Garuda Baru di Kota Medan dan Makassar. Doddy Matondang dan Tommy sebagai Penanggung Jawab Seleksi telah menemukan Sebanyak 30 adik peserta di Medan dan 23 peserta di Makassar mengikuti seleksi lokal. Dari seleksi lokal di 7 kota besar di Indonesia akan terpilih 30 peserta yang akan memasuki seleksi nasional di Jakarta. Selanjutnya dari 30 orang perwakilan daerah tersebut akan menjalani proses seleksi nasional (national camp) selama kurang lebih 30 hari yang nantinya akan dipilih 1 tim (10 orang) sebagai tim Garuda Baru yang akan berangkat ke Street Child World Cup 2014, Rio de Janeiro, Brasil.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...