Thursday, February 6, 2014

Tips Melakukan Tekel Ala Nemanja Vidic

vidic_682x400_995779a


Nemanja Vidic baru saja memutuskan akan meninggalkan Manchester United di akhir musim 2013/2014. Kinerjanya di lini belakang United berbuah hasil manis: 5 gelar juara Liga Inggris, 3 trofi Piala Carling, 1 trofi Piala Dunia Antar Klub dan 1 trofi Liga Champions Eropa. Berkali-kali dia masuk Team of The Season, baik untuk Liga Inggris maupun Liga Champions.

Dengan tinggi badan 1.88 meter dan berat 88 kg, Vidic akan dikenang para fans United sebagai bek tengah yang kokoh, agresif, dan tak kenal rasa takut. Bukan sekali dua Vidic berdarah kepalanya, tapi bukan sekali dua juga dia membuat lawannya berdarah. Duel-duelnya dengan Didier Drogba juga akan diingat sebagai rivalitas dua pemain dengan power dan agresi yang sama-sama tangguh.
Vidic sering dianggap ringkih jika berduel dengan striker yang mahir memanfaatkan ruang dengansprint-sprint pendek macam Fernando Torres. Tapi itu tak menghapus kualitasnya di lini pertahanan United. Performanya dalam melakukan terutama tekel, di masa jayanya, adalah salah satu yang terbaik di dunia.
Jika anda adalah seorang pemain belakang, terlebih berposisi sebagai bek tengah, tak ada salahnya menyimak tips melakukan tekel terhadap penyerang lawan yang dibagikan Vidic pada Four Four Two. Berikut tips-nya:
“Apa yang harus dilakukan jika penyerang lawan sedang membawa bola di depanmu? Anda harus segera memutuskan apa yang harus dilakukan. Dan apa yang harus dilakukan bergantung pada pemahaman anda terhadap penyerang tersebut: berapa jarak anda dengan si penyerang, seberapa bagus dia saat membawa bola, dan kadang-kadang juga dipengaruhi oleh seberapa bagus dia dalam melakukan diving.
Jika anda ingin melakukan tekel, aturannya sederhana: salah satu dari bola atau pemain tak boleh melewatimu. Jika keduanya melewatimu, anda dalam masalah besar. Dan sebelum melakukan itu, mungkin aturan terbaiknya adalah: posisi anda setengah atau satu langkah di belakang lawan dan usahakan agar posisi anda tidak persis di belakang lawan tapi agak di samping lawan. Dalam posisi demikian, anda punya waktu dan pilihan untuk melakukan apa pun.
Intinya: jarak anda dengan penyerang lawan jangan terlalu dekat apalagi berdempet.
Tapi ada aturan lain yang diketahui semua defender: tekel haruslah selalu menjadi opsi yang terakhir. Tekel selalu menjadi opsi yang terakhir karena resikonya yang tinggi. Jika tidak dilakukan dengan sempurna, ada 2 resiko: penyerang lawan akan melewati anda dan langsung berhadapan dengan kiper atau anda akan menerima kartu kuning. Sebelum melakukan tekel, anda harus yakin betul bahwa bola bisa anda ambil. Jika tidak yakin, anda hanya perlu memutuskan untuk tetap berdiri di posisi anda. Kaki harus tetap menginjak di tanah.”

sumber: panditfootball.com

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...