Sunday, September 28, 2014

Menpora Buka LPI dan Canangkan Pencak Silat Masuk Kurikulum


Menpora Roy Suryo menyampaikan sambutan untuk membuka Liga Pendidikan Indonesia (LPI) sekaligus Pencanangan Pencak Silat Masuk Kurikulum Sekolah dan Seminar Pencak Silat Tradisional Minangkabau, di Stadion H Agus Salim, Padang, Sumatera Barat, hari Rabu (24/9) pagi. (foto: bagus/kemenpora.go.id)
Padang, GATRAnews – Hari Rabu (24/9) pagi, Menpora Roy Suryo didampingi  rombongan Eselon I dan II Kemenpora  membuka Liga Pendidikan Indonesia (LPI) sekaligus Pencanangan Pencak Silat Masuk Kurikulum Sekolah dan Seminar Pencak Silat Tradisional Minangkabau di Stadion H Agus Salim, Padang, Sumatera Barat.

Kehadiran Menpora di stadion disambut peserta LPI dengan atraksi pencak silat. Pada sambutannya Menpora mengatakan bahwa Liga Pendidikan Indonesia adalah satu kompetisi yang bisa melahirkan pemain-pemain muda untuk sepakbola Indonesia. Oleh karena itu saya sangat senang dan bangga LPI di Padang ini diikuti peserta yang terbanyak untuk tahun ini dengan peserta SLTP 42 Tim, SLTA 27 tim.

"Saya harap agenda ini setiap tahunnya terus digulirkan dengan sebaik-baiknya. Dan Kota Padang sendiri adalah salah satu kota yang masyarakatnya mencintai sepakbola. Saya minta kepada semua peserta dari SLTP dan SLTA se kota Padang ini bisa menjalankan pertandingan secara sportif dan baik," kata Menpora.

LPI ini dijadwalkan berlangsung hingga tanggal 30 September 2014 dengan masa rehat sehingga tidak mengganggu jam pelajaran siswa dan pelaksaan pertandingan akan digelar di beberapa lapangan yang ada di Padang. Pertama adalah GOR H. Agus Salim yang juga sekaligus tempat pembukaan LPI. Selanjutnya lapangan PJKA Tabing, Lapangan Brandon Tabing, Lapangan Batuang Taba Lubeg , dan Lapangan FIK UNP.

Menpora juga sangat senang dan mendukung penuh dengan pencanangan pencak silat masuk kurikulum sekolah dan diadakannya Seminar Pencak Silat Tradisional. Masuknya pencak silat sebagai kurikulum menurutnya sangat tepat bagi sekolah untuk mengenalkan olahraga bela diri asal Indonesia ini kepada para pemuda atau pemudi. Sebab, pencak silat sendiri menurutnya adalah warisan bangsa Indonesia yang perlu mendapat pengakuan dari UNESCO.

"Kalau ada negara tetangga kita yang ingin mengakui pencak silat dari negara mereka itu saya katakan salah. Pencaksilat adalah olahraga seni bela diri asli milik Indonesia, oleh karena itu kita harus segera bersama-sama ikut berperan serta mematenkan pencak silat ke UNESCO biar diakui dunia. Dan saya sennag pencak silat bisa masuk kurikulum pendidikan sebagai dasar mengenalkan budaya terhadap pemuda-pemuda kita," kata Menpora.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...