Tuesday, November 11, 2014

Perdana Digelar, Liga Pelajar Diikuti 20 Sekolah di Pekalongan

Perdana Digelar, Liga Pelajar Diikuti 20 Sekolah
radarpekalonganonline.com KOTA – Sebanyak 20 sekolah tingkat SMP dan SMA sederajat, mengikuti Liga Pelajar Kota Pekalongan yang tahun ini pertama kali digelar.
20 peserta yang terdiri dari 8 sekolah SMP/MTs dan 12 sekolah SMA/SMK dan MA, mulai bertanding Senin (10/11) hingga Sabtu (15/11) di dua lapangan berbeda. Peserta SMP bertanding di Lapangan Mataram. Sedangkan peserta SMA bertanding di Stadion Kota Batik.

Ketua Panitia, Yohanes F Lamintang mengatakan, berbeda dengan beberapa daerah lain yang sudah menggelar Liga Pendidikan. Kota Pekalongan memang baru kali ini menggelar Liga Pelajar. Untuk itu, liga perdana ini akan dijadikan semacam uji coba gelaran liga sekolah. Jika dinilai sukses, kedepan pihaknya akan menggelar Liga Pendidikan seperti daerah lain.
“Yang menjadi patokan keberhasilan adalah antusiasme peserta, yaitu dilihat dari jumlah peserta yang mengikuti kegiatan dan juga keamanan selama penyelenggaraan,” ucapnya.
Jika sukses, maka tahun depan pihaknya bisa menggelar Liga Pendidikan. Titang, sapaan akrabnya menjelaskan, Liga Pendidikan sudah digelar secara berjenjang sampai tingkat nasional.
“Jadi jika sudah jadi Liga Pendidikan, pemenang nantinya bisa mewakili Kota Pekalongan di tingkat Provinsi dan seterusnya. Sedangkan Liga Pelajar yang kami gelar tahun ini belum seperti itu, karena masih tahap uji coba,” beber dia lagi.
Dalam liga tersebut, panitia menggunakan sistem gugur untuk dua kategori SMP dan SMA. Masing-masing kategori, juga akan memiliki pemenang sendiri yaitu juara pertama hingga juara ketiga. “Pertandingan babak awal memang dibagi dua, tapi nanti final dan perebutan juara tiga seluruhnya dipusatkan di Stadion Kota Batik,” imbuh Titang.
Meski sebatas uji coba turnamen, namun panitia serius mengemas turnamen, termasuk untuk peraturan syarat pemain. Panitia juga telah menggelar screening data masing-maisng pemain yang didaftarkan. Ada empat syarat yang harus dipenuhi satu pemain diantaranya bukti rapor dan akte kelahiran. “Di Liga Pendidikan, pemain tidak bisa daftar dengan surat kelahiran, harus akte. Itu juga kami terapkan disini. Hal itu sekaligus sebagai persiapan penyesuaian peraturan jika tahun depan kami bisa menggelar Liga Pendidikan,” kata dia.
Selain itu, turnamen tersebut juga sekaligus digunakan untuk menyeleksi pemain yang nantinya akan dimasukkan dalam tim Popda sepak bola Kota Pekalongan tahun 2015.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...