Monday, December 29, 2014

Tiga Siswa SSB Putra Jaya, Resmi Perkuat Skuad Timnas U-17

Merasa seperti Mimpi ketika Tampil di Gelora Bung Karno
Malang Raya tak henti menelurkan atlet sepak bola nasional. Kali ini ada tiga pemain sepak bola sekaligus menembus ketat persaingan di skuad tim nasional U-17. Mereka adalah siswa SSB Putra Jaya Malang, Ibrahim Sanjaya, Andhika Agraprana, dan Rival Lastory.

IMAM NASRODIN
Dengan berkostum khas Timnas Indonesia, Andhika Agraprana dan Ibrahim Sanjaya tampak asyik menggocek bola di lapangan sekitar 7×10 meter, tepatnya lapangan di Perumahan Bumi Asri Sengkaling, Selasa (23/12).
Ya lapangan ini biasa digunakan mereka untuk mengisi waktu jeda latihan di SSB Putra Jaya. Terutama di pagi hari saat libur sekolah formal seperti hari itu. ”Lapangan ini biasa saya pakai latihan dengan teman-teman. Tapi hari ini Rival lagi di luar kota, jadi hanya ada kami berdua saja,” kata Andhika di sela-sela latihan, Selasa (23/12).
Siswa SMAN 8 Kota Malang itu menceritakan, mereka tidak pernah menyangka akan mengenakan jersey Timnas Indonesia U-17. Karena persaingan untuk bisa masuk di skuad timnas tersebut dinilai sangat ketat. Ada ribuan pemain sepak bola seusianya yang dipantau timnas. ”Rasanya tidak percaya saat diumumkan lolos itu. Kayak mimpi saja,” tandas siswa kelahiran 25 Agustus 1998 tersebut.
Hal ini karena yang dinyatakan lolos mengikuti seleksi di level nasional ada 105 pemain dari SSB (Sekolah Sepak Bola) seluruh provinsi di Indonesia. Dari 105 itu, ada 10 pemain asal Persema Jr. Hanya saja, ketika disaring lagi, terpilih tinggal 33 pemain. Tiga di antaranya adalah Ibrahim Sanjaya, Andhika Agraprana, dan Rival Lastory. ”Makanya kayak tidak percaya saat dikasih jersey latihan Timnas Indonesia. Pokoknya bangga banget dan terharu,” terangnya.
Yang membuat ketiganya bangga saat dipercaya tampil pada laga perdana Timnas U-17 melawan Timnas U-19 Singapura di Gelora Bung Karno, (8/12) lalu. Saat itu Timnas Indonesia U-17 bisa menang tipis 1-0. Dan Ibrahim bermain mulai menit awal sebagai back kanan, Andhika diturunkan pada awal babak dua sebagai gelandang serang dan Rival juga diturunkan pada awal babak kedua sebagai sayap kanan. ”Senang, bangga, dan terharu jadi satu malam itu. Karena tampil perdana dengan nama pemain timnas dan bisa menang melawan Singapura, meski dengan skor tipis saat itu. Rasanya seperti mimpi saja,” ungkap alumni SMPN 4 Kota Malang itu.
Yang membuat bangga lagi adalah bertanding melawan Timnas Singapura itu laga perdana mereka bertiga di stadion kebanggaan warga Indonesia, yaitu GBK. Karena sejak jatuh cinta pada olahraga ini, mereka sangat ingin bisa bermain di GBK dengan mengenakan jersey Timnas Indonesia. ”Saya pikir, ini impian semua pemain sepak bola yang ada di Indonesia,” imbuhnya.
Padahal, semua itu berawal saat ada telepon yang masuk di nomor HP mereka bertiga secara bergantian. Tepatnya saat akan membela Persema Jr melawat ke kandang Persela Jr pada 3 Oktober silam. ”Ditelpon salah satu ofisial tim seleksi Timnas U-17 bahwa tanggal 6 (6 Oktober, red) harus ke Jakarta untuk mengikuti TC Timnas U-17. Pokoknya telepon itu yang mengubah mimpi kita jadi kenyataan,” ujar alumni SDN Tlogomas 2 Kota Malang tersebut.
Bahkan, saat itu mereka sudah tidak ada harapan untuk lolos seleksi di tingkat nasional. Karena pelaksanaan seleksi 7–13 September, satu bulan sebelumnya, tapi masih belum ada kabar pengumumannya. ”Bahkan, terkadang kami berpikir tidak ada yang lolos dari 10 pemain Persema Jr yang dipanggil ke Jakarta. Tapi Alhamdulillah, akhirnya kami dinyatakan lolos,” imbuhnya.
Sanjaya menambahkan, semua pemain yang lolos seleksi tingkat nasional harus mengikuti TC selama tiga bulan. Yakni, mulai 6 Oktober hingga 11 Desember baru bisa pulang ke daerahnya masing-masing. ”Pokoknya latihan terus, tapi beruntung sekolah mendukung dan dikasih ujian susulan serta tugas tambahan,” ungkap siswa SMA Kristen Setia Budi Malang itu.
Namun, perjuangan mereka masih panjang. Karena Januari mendatang mereka juga harus mengikuti TC Timnas U-17 lagi. Hal ini dilakukan agar regenerasi Timnas U-19 lebih baik lagi dan nantinya juga akan diambil 25 pemain lagi dari 33 pemain itu. ”Kami akan berusaha lebih keras lagi agar bisa tetap menjadi bagian dari Timnas Indonesia U-17. Karena menjadi pemain timnas menjadi cita-cita kami,” imbuhnya.
Sedang 10 pemain Persema Jr yang dipanggil ke Jakarta untuk mengikuti seleksi Timnas U-17 tersebut adalah Ciputra Ari Prabowo, Ahmad Lufianto, M. Bagus Yulianto, Yusuf Wahyu Prayudha, Andhika Agraprana, Rival Lastori, Gufroni Al Ma’ruf, Supriyanto Sabar, Ibrahim Sanjaya, Rivaldo Ananda.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...