Sunday, June 5, 2016

Inilah Anak-anak Indonesia yang Beruntung Bisa Merumput di Old Trafford MU

Inilah Anak-anak Indonesia yang Beruntung Bisa Merumput di Old Trafford MU
TRIBUNMANADO.CO.ID - Manchester United selalu memberi kesempatan kepada anak-anak berbakat di Indonesia untuk berlatih di Old Trafford.
Di tahun 2015, melalui Manchester United Soccer School mengundang pemain berusia 16- 17 tahun untuk mencicipi pemusatan latihan.

Saat itu, Akademi Clear mengunjungi 16 kota dari Aceh sampai Papua untuk memantau para pemain berbakat di 512 Sekolah Sepak Bola (SSB).
Mantan pemain MU, Denis Irwin, menyambut baik program ini. "Dengan adanya program ini, bakat-bakat muda Indonesiamemiliki kesempatan untuk mewujudkan mimpinya sebagai pemain sepak bola profesional pada masa depan," tutur Denis saat itu.
Program lainnya, yakni Sejuta Bola yang merupakan gagasan Kick Andy Foundation (KAF) juga mengirimkan enam anak dari keluarga kurang mampu untuk berlatih di klub Premier League, Manchester United.
Semisal I Kadek Dwi Kurniawan asal Tabanan Bali. Kedua orangtuanya pekerja serabutan termasuk menjual suvenir keliling di pasar Tabanan dengan penghasilan tidak menentu.
Atau, orangtua dari Ayub Abdul Azis yang menjadi sopir tidak tetap di Semarang.
Latar belakang keluarga sederhana dimiliki peserta lain yang akan terbang ke Kota Manchester.
Ayah dari Jero Pratama (Padang) berprofesi sebagai tukang ojek dengan penghasilan tak lebih dari Rp 20 ribu per hari.
"Buat saya yang penting bisa makan dari pekerjaan ayah. Sebagai anaknya, saya tidak banyak menuntut selain hanya minta restu berlatih sepakbola," ucap Jero saat itu.
Sementara bagi Marcelius dari Alor (NTT), terpilih berangkat untuk menjalani latihan di United bak mujizat.
"Bisa ke kota Kupang dan Bali saja sudah seperti mimpi, apalagi terpilih ke Inggris. Sàya cuma bisa bilang, Puji Tuhan, dan bersyukur atas karuniaNya," ujar Marcelius.
Marcelius berasal dari salah satu pelosok kampung di Alor. Sama seperti kisah mantan pemain timnas U-19, Yabes Roni Malaifani, yang harus berjuang untuk sekadar bisa mencapai lapangan sepak bola.
"Terima kasih Tuhan, semoga saya bisa mengikuti jejak kak Yabes kalau saya sudah besar," imbuhnya.
sumber: tribunmanado.com

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...